Cultural advice

The Australian National University acknowledges, celebrates and pays our respects to the Ngunnawal and Ngambri people of the Canberra region and to all First Nations Australians on whose traditional lands we meet and work, and whose cultures are among the oldest continuing cultures in human history.

Aboriginal and Torres Strait Islander peoples are advised that ANU Library collections may include images, names, voices, and other representations of deceased persons.

Material in the collection may contain terms, language or views that reflect the period in which the item was created and may be considered inappropriate today.

Unsur[e] Kaligrafi: On Aceh, Islamic Art, and the Terrain of Indonesian Multiculturalism

dc.contributor.authorGeorge, Kenneth M.
dc.date.accessioned2016-01-29T04:15:15Z
dc.date.available2016-01-29T04:15:15Z
dc.date.issued2004
dc.description.abstractTulisan ini melukiskan beberapa kecemasan yang menimpa pelukis Aceh, A.D. Pirous dan publik yang dibayangkannya, menjelang pameran besar—yang dimaksudkan sebagai sebuah retrospeksi—pada bulan Maret 2002, di Galeri Nasional, Jakarta. Kecemasan ini berakar dalam beragam bahasa, ortografi dan wacana yang belum baku. Keadaan ‘goyah’ ini tampak ketika ‘Kesenian Islam Indonesia Kontemporer’ dipertunjukkan, dipromosikan, dan didiskusikan secara publik. Ini semua berpuncak pada dorongan akan sensor terhadap diri sendiri dan pada berbagai perubahan yang dilakukan pada menit terakhir pada lukisanlukisan, katalog, dan kaos oblong untuk promosi, dan pada catatan-catatan etnografis yang disusun penulis, tentang karier pelukis. Jelas bahwa perilaku seperti ini merupakan bahagian budaya politik yang memungkinkan bertemunya Islam, Indonesia, Arab, Aceh dan seni itu sendiri dalam publik kesenian Islam kontemporer di Jakarta, dan sekaligus juga menjadi respons terhadap negara dan terhadap kekerasan gerakan separatis di Aceh. Dalam semua ini akan tampak jangkauan global dari kebudayaan visual Islam dan sirkulasinya dalam dan melalui bahasa publik negara Indonesia.en_AU
dc.identifier.issn1963-167Xen_AU
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/1885/96107
dc.publisherUniversity of Indonesiaen_AU
dc.rightsAntropologi Indonesia by http://journal.ui.ac.id/index.php/jai is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.en_AU
dc.sourceJournal of Antropologi Indonesiaen_AU
dc.titleUnsur[e] Kaligrafi: On Aceh, Islamic Art, and the Terrain of Indonesian Multiculturalismen_AU
dc.typeJournal articleen_AU
local.bibliographicCitation.lastpage21en_AU
local.bibliographicCitation.startpage15en_AU
local.contributor.affiliationGeorge, K. M., School of Culture, History and Language, College of Asia and the Pacific, The Australian National Universityen_AU
local.contributor.authoruidu5263052en_AU
local.identifier.citationvolume75en_AU
local.identifier.essn1693-6086en_AU
local.publisher.urlhttp://journal.ui.ac.id/index.php/jai/abouten_AU
local.type.statusPublished Versionen_AU

Downloads

Original bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
01_George_Unsure_Kaligrafi_2004.pdf
Size:
27.75 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:

License bundle

Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
884 B
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: